5 Tips Agar Dapat Bekerja Aman & Nyaman

5 Tips Agar Dapat Bekerja Aman & Nyaman

Berikut adalah cara-cara bekerja dengan aman yang bisa menjadi acuan bagi setiap pekerja & juga perusahaan.

01. Staf Training

Salah satu cara untuk mengatasi lingkungan kerja yang tidak aman adalah dengan selalu melakukan penyuluhan agar para karyawan semakin aware atau peduli akan keselamatan kerja.

02. Pekerja Yang Kompeten

Karyawan yang diterima bekerja harus karyawan yang kompeten. Maksudnya adalah karyawan yang mempunyai kepedulian terhadap keselamatan kerja.

03. Gunakan Alat Keselamatan Kerja Yang Sesuai Standar

Jika ada karyawan yang tidak menggunakan alat keselamatan kerja yang sesuai standar dapat diberikan surat peringatan. Jika karyawan masih saja membandel, dapat langsung diberhentikan.

04. Memberikan Rambu-Rambu

karyawan yang paling safety pun harus terus memperhatikan rambu-rambu dalam bekerja. Bukan hanya mengingatkan, tapi retraining hal-hal yang berkaitan dengan kecelakaan kerja.

05. Tempat Kerja Harus Selalu Bersih

Jika lingkungan kerja bersih maka otomatis pikiran pekerja akan ikut bersih juga. Hal ini tentunya akan sangat berkaitan jika kita kaitkan dengan faktor psikologis.

Semoga Postingan Ini
Bermanfaat Untuk Anda

Notes: Safety Starts With You
~ Unknown ~

Sumber: www.safetynet.asia

Media Sosial Kami

APD Untuk Keamanan Proses Pengelasan

APD Untuk Keamanan Proses Pengelasan

APD Untuk Kemanan Proses Pengelasan

Proses Pengelasan adalah pekerjaan yang memiliki risiko yang tinggi. Berikut ini adalah 5 Alat Pelindung Diri (APD) yang perlu digunakan dalam proses pengelasan (welding process ).

01. Pakaian Kerja Las.

Pakaian kerja las berfungsi untuk melindungi seluruh bagian tubuh dari panas & percikan las. Selain itu terdapat Apron sebagai tambahan, yaitu apron dada & apron lengan yang terbuat dari bahan kulit.

02. Sarung Tangan Las

Sarung tangan las (welding gloves) terbuat dari kulit atau bahan sejenis asbes dengan kelenturan yang baik. Welding gloves berfungsi untuk melindungi kedua tangan dari percikan las (spater) & panas material yang dihasilkan dari proses pengelasan.

03. Helm Atau Topeng Las

Topeng las terbuat dari bahan plastik yang tahan panas, selain itu terdapat tiga kaca (bening, hitam, bening) yang berfungsi untuk melindungi mata dari bahaya sinar tampak dan ultraviolet saat melakukan pekerjaan pengelasan.

04. Sepatu Las

Terbuat dari bahan kulit & memiliki sebuah plat baja di bagian depannya, agar bisa melindungi kaki dari kejatuhan benda yang berat & benda tajam. Sepatu ini bersifat isolator untuk melindungi pengelas dari bahaya sengatan listrik

05. Masker Las

Masker berfungsi sebagai alat pelindung pernapasan dari bahaya asap las. Asap las merupakan hasil pembakaran dari bahan kimia atau pelelehan dari material las. Oleh karena itu dapat membahayakan alat pernapasan manusia.

Semoga Postingan Ini
Bermanfaat Untuk Anda

Notes: Safety Starts With You
~ Unknown ~

Sumber: www.dlm.co.id

Media Sosial Kami

Ketahui Bahaya K3 di Perkantoran

Ketahui Bahaya K3 Di Perkantoran

Menurut Canadian Centre for Occupational Health and Safety, ada beberapa jenis bahaya yang mungkin dialami karyawan selama berada di lingkungan kerja.

01. Bahaya Fisik

Jenis bahaya yang termasuk dalam kelompok ini adalah temperatur ruangan yang tidak ideal, kualitas udara di dalam ruangan yang tidak bagus, suara yang terlalu bising, & paparan radiasi, baik dari matahari maupun UV buatan.

02. Bahaya Kimia

Bahaya kimia berasal dari bahan-bahan kimia berbentuk cair, padat, ataupun gas yang berada di tempat kerja (kantor). Bahaya kimia dapat menyebabkan penyakit, kebakaran, maupun kerusakan properti.

03. Bahaya Ergonomi

Bahaya ini berasal dari desain kerja, layout maupun aktivitas yang buruk. Contoh dari permasalahan ergonomi meliputi postur tidak netral, manual handling, layout tempat kerja (kantor), desain pekerjaan, tampilan visual alat elektronik, & lain-lain.

04. Bahaya Biologi

Saat bekerja, karyawan rentan mengalami masalah kesehatan karena penyebab bahaya biologi, di antaranya bakteri, virus, serangga, & hewan. Potensi bahaya lain seperti jamur juga dapat terjadi karena kondisi ruangan yang terlalu lembab.

05. Bahaya Psikososial

Potensi bahaya lain yang kerap diabaikan di tempat kerja yaitu bahaya psikososial. Dalam kelompok ini termasuk bahaya kesehatan karena stres, kekerasan, perundungan, & berbagai perilaku yang mungkin terjadi di tempat kerja (kantor).

06. Bahaya Keselamatan

Bahaya keselamatan ini salah satunya yaitu energi listrik. Menurut International Labour Organization (ILO), ada beberapa bahaya yang berkaitan dengan energi listrik yaitu bahaya kejut listrik, panas yang ditimbulkan energi listrik, & medan listrik.

07. Bahaya Kesehatan

Menurut Canadian Centre for Occupational Health and Safety (CCOHS), salah satu contoh bahaya kesehatan adalah pandemi. Pada masa sekarang, masalah kesehatan seperti pandemi dapat menjadi potensi bahaya di area kerja (perkantoran).

Semoga Postingan Ini
Bermanfaat Untuk Anda

Notes: Safety Starts With You
~ Unknown ~

Sumber: www.platinum.net.id & www.katigaku.top

Media Sosial Kami

Tugas & Tanggung Jawab Operator Gondala

Tugas & Tanggung Jawab Operator Gondala

Apa sebenarnya tugas & tanggung jawab seorang operator gondola agar bekerja di atas gondola tetap terasa aman serta nyaman. Berikut adalah tanggung jawab operator gondola pada bangunan gedung:

01. Menerapkan K3 selama mengoperasikan gondola.

Antara lain: melaksanakan pemeriksaan diri tentang kesehatan & kesiapan sebelum mengoperasikan gondola, mengidentifikasi potensi bahaya & resiko kerja, memeriksa, menggunakan alat pelindung diri, dll.

02. Menerapkan komunikasi yang efektif di tempat kerja.

Antara lain: adalah dengan menginterprestasikan & menyampaikan informasi di tempat kerja, serta menerapkan pencatatan sesuai tugas di tempat kerja.

03. Menerapkan kerjasama di tempat kerja.

Antara lain: adalah mengidentifikasi tujuan & peran dalam kelompok kerja, mengidentifikasi tugas & tanggung jawab setiap anggota dalam kelompok, melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya dalam kelompok.

04. Mengidentifikasi spesifikasi teknik gondola.

Antara lain: adalah mengidentifikasi kinerja & kelayakan gondola, mengidentifikasi fungsi sistem mekanis gondola, mengidentifikasi fungsi sistem elektris gondola.

05. Melaksanakan pemeriksaan gondola sebelum dioperasikan.

Antara lain adalah melakukan: pemeriksaan bagian atas gedung lokasi konstruksi gondola, pemeriksaan sistem kerja tali baja, pemeriksaan sistem kelistrikan gondola, pemeriksaan perangkat keranjang gondola.

06. Melakukan gerakan dasar gondola.

Antara lain: melaksanakan uji coba motor penggerak & uji coba fungsi “blockstop wire rope”, melakukan uji fungsi pengaman gerakan meluncur, membuat laporan hasil uji coba gerakan dasar pengoperasian gondola.

07. Melaksanakan operasional gondola.

Antara lain: melakukan pemeriksaan kondisi cuaca sebelum mengoperasikan gondola, melakukan pemasangan rambu-rambu kerja, Mengoperasikan system gondola dengan aman sesuai petunjuk pemakaian.

08. Membuat laporan harian operasi.

Antara lain: adalah membuat laporan harian operasi, membuat laporan K3 (Keselamatan & Kesehatan Kerja) & menyampaikan laporan kepada atasan langsung.

Semoga Postingan Ini
Bermanfaat Untuk Anda

Notes: Safety Starts With You
~ Unknown ~

Sumber: www.jurnalsecurity.com & www.surabaya.proxsisgroup.com

Media Sosial Kami

8 APD Bekerja Di Ketinggian

8 APD Bekerja Di Ketinggian

01. Safety Belt

Alat ini mempunyai fungsi yang sama dengan Full Body Harness. Perbedaannya Safety Belt hanya dikaitkan ke bagian pinggang pekerja saja, serta bagian lanyard dikaitkan ke anchor.

02. Full Body Harness

Full Body Harness didesain untuk dapat melindungi semua bagian penting pengguna yaitu panggul, dada, paha, & seluruh bagian tubuh pengguna, sehingga lebih aman saat bekerja di ketinggian.

03. Shock Absorber

Alat ini dikenal juga sebagai alat penahan jatuh dengan fungsi menahan tubuh pengguna ketika jatuh dari ketinggian, mencegah kerusakan, serta mengurangi kekuatan tekanan pada anchor

04. Lanyard

Alat ini berfungsi untuk menahan guncangan bila pekerja terjatuh bebas. Pekerja dapat menggunakan lanyard ini untuk membatasi guncangan saat jatuh bebas dengan panjang maksimum 1,2 meter.

05. Anchor Point

Setiap pekerja harus memastikan bahwa anchor yang tersambung pada lifeline & lanyard harus kuat. Anchor ini harus mampu untuk menahan beban setidaknya 3,5 kN (363 kg) atau setidaknya empat kali berat pekerja.

06. Fall Arrestor

Berfungsi untuk melindungi pekerja ketika sedang melakukan perpindahan tempat (bergerak) secara vertikal. Fall Arrestor (Rape Grab) akan mencengkeram lifeline jika seorang pekerja tiba-tiba terjatuh.

07. Lifeline

Lifeline adalah tali pengaman fleksibel yang terbuat dari serat, kawat, atau anyaman. Lifeline biasanya dikaitkan pada anchor point. Lifeline dapat dipasang secara vertikal atau horizontal, tergantung kebutuhan.

08. Retractable Lifeline

Alat ini juga memiliki fungsi yang baik, karena akan menarik serta mengunci tubuh pada saat terjadinya tarikan secara tiba-tiba. Oleh sebab itu alat ini harus terpasang pada posisi tubuh dalam keadaan tegak.

Semoga Postingan Ini
Bermanfaat Untuk Anda

Notes: Safety Starts With You
~ Unknown ~

Sumber: www.hseprime.com

Media Sosial Kami

© Copyright Delta Indonesia 2022