AHLI K3 Pesawat Angkat Angkut yang ditutup oleh Bapak Dir. PNK3 dan Kasubdit MUBT, semoga menjadi Ahli K3 yang kompeten

Image may contain: 16 people, people smiling

Image may contain: 18 people, people standing and outdoor

 

Saat ini perkembangan teknologi tentang LIFTING dan RIGGING yang berkaitan dengan alat angkat (Crane) sangatlah penting dalam pekerjaan Konstruksi berat maupun Konstruksi ringan oleh karena itu PT Sinergi Solusi Indonesia Siap untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada calon tenaga kerja yang sesuai dibidangnya. Seorang juru ikat/ahli tali temali harus memiliki sertifikatyang telah disahkan oleh undang undang keselamatan dan kesehatan kerja. Mengingat potensi bahaya yang sangat tinggi pada pengangkatan dan pengikatan sangat besar resiko terjadinya kecelakaan.

Tujuan
Tujuan Pelatihan Lifting dan Rigging ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pekerja dengan mengikuti pelatihan Lifting dan Rigging.

Materi :
1. Peraturan dan perundangan pesawat angkat dan angkut
2. Peraturan keselamatan dan kesehatan kerja/Dasar-dasar K3 dan P3K
3. Pengenalan alat angkat crane
4. Dan fungsi crane5. Jenis / macam crane
6. Pengetahuan tentang load chart/daftar beban pada crane
7. Pengetahuan signal man / aba aba pengoperasian crane angkat
8. Definisi Rigging
9. Perinsip kerja Rigging
10. Perhitungan pengangkatan
11. Pengetahuan alat bantu angkat
12. Pengetahuan tali kawat baja dan tali alam/buatan
13. Pengetahuan pengikatan dan cara pembuatan alat bantu angkat
14. Menghitung kekuata njenis alat bantu angkat berdasarkan berat yang diangkat
15. Praktek kerja lapangan

Materi Pelatihan GTAW Kelas 3:

1. Pengenalan Teknologi Pengelasan ( Welding Technology Introduction )

  • Pengelasan Fillet dan Pengelasan Groove
  • Jenis – Jenis Sambungan dasar ( Basic Type of joint )
  • Persiapan Sambungan Las
  • Posisi Pengelasan ( Welding Position )
  • Klasifikasi Proses Pengelasan Logam
  • Parameter Pengelasan dan dasar teknology pengelasan
  • Code pengelasan yang berkaitan dengan Standard
    • American Welding Society ( AWS ) related to ASME Section IX
    • European Welding Federation (EWF ) related to ISO standard
  • Welding Procedure Specification ( WPS ) and Procedure Qualification Record

(PQR ) implementation at welding practice.

  • Daerah Terpengaruh Panas pada Sambungan Las ( HAZ – Zone )
  • Cacat cacat Las ( Welding Defect )
  • Sifat mampu las material ( Weld ability kind of materials )
  • Distorsi Pengelasan ( Welding Distortion )

2. Proses Pengelasan ( welding process )

  • Gas Tungsten Arc Welding (GTAW)
    • Tipe Pengelasan ( welding Type )
    • Set-up Welding Power Source
    • Set-up Welding Parameter
    • Teknology Pengelasan GTAW
    • Persiapan Sambungan Las
    • Pengaturan/pemilihan jenis arus Las
    • Pengujian Hasil Las
    • Implementasi WPS pada proses pengelasan
    • Kualifikasi Juru las untuk Plate or Pipe
    • Kualifikasi Juru Las untuk Fillet Weld atau Groove Welds
    • Identifikasi cacat cacat Las GTAW
    • Pengetahuan tentang las electroda las
    • Keselamatan Kerja dan PPE di pengelasan GTAW
    • Pengetahuan tentang jenis jenis gas pelindung CO,CO2,Argon dll

3. Pengetahuan Bahan Teknik

  • Pengetahuan Logam Ferrous dan Logam Non-Ferrous
  • Sifat Mampu Las dari Logam ( Weld-ability of materials)
  • Sifat Sifat Logam Secara UMUM
  • Perubahan Struktur Mikro pada sambungan Las ( HAZ )
  • Metallurgy Las
  • Perlakuan Panas ( Heat treatment ) Logam las

4. Keselamatan Kerja Di Bidang Pengelasan

  • Identifikasi Bahaya Pada bidang Kelistrikan
  • Identifikasi Bahaya pada sumber gas ( fume )
  • Identifikasi Bahaya pada Ledakan
  • Identifikasi Bahaya pada spatter
  • Identifikasi Bahaya pada Sinar Ultraviolet
  • Confine Space
  • Personal Protection Equipment ( PPE )
  • Ergonomic of welding

5. Praktek Pengelasan

  • Posisi pengelasan untuk GTAW:
  • 1G, 2G.
  • Posisi pengelasan sesuai dengan kemampuan welder dan saran dari Instruktur.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah dengan diterapkannya Permenaker No. 4 tahun 1987 tentang Panitia Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja (P2K3), UU No.13 Tahun 2003 tentang penyelenggaraan Sistem Manajemen K3 (SMK3) dan khususnya peraturan yang berkaitan dengan bidang kelistrikan seperti KepMenaker No. Kep-75/ MEN/2002 tentang pemberlakuan PUIL 2000 dan Permenaker No. Per.01/MEN/1989 tentang pengawasan Instalasi Penyalur Petir, Kami bekerjasama dengan provider penyedia jasa pelatihan K3 yang ditunjuk oleh KEMENAKERTRANS RI bermaksud menyelenggarakan Pelatihan Ahli K3 Listrik. Tersedianya Ahli K3 Listrik di perusahaan diharapkan mampu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 di Real Jaya Property dan mampu memberikan peran optimal dalam organisasi perusahaan dalam mengendalikan resiko kecelakaan kerja.

Tujuan Pelatihan Ahli K3 Listrik

Pelatihan ini didesain untuk mempersiapkan dan menghasilkan tenaga Ahli K3 Listrik yang dapat melakukan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian resiko dalam pelaksanaan K3 Listrik:

Mempersiapkan tenaga pelaksana yang mampu melaksanakan K3 Listrik di tempat kerja

Mempersiapkan dan menghasilkan tenaga pelaksana yang mampu menjelaskan teknik pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja, khususnya yang terkait dengan pekerjaan listrik.



Kompetensi Setelah Mengikuti Pelatihan Ahli K3 Listrik

Umum
Peserta dapat melakukan pekerjaan pemasangan, pengoperasian dan pemeliharaan instalasi listrik secara benar dan aman bagi dirinya, orang lain, peralatan dan aman dalam pengoperasiannya.

Akademik Pelatihan Ahli K3 Listrik
Peserta dapat memahami secara baik tentang :
1.Potensi Bahaya Listrik
2.Cara Pencegahan Bahaya Listrik
3.Prosedur Kerja Selamat
4.Pembacaan Gambar
5.Pemeriksaan dan Pengujian Instalasi Listrik
6. Dasar-dasar Teknik Kelistrikan
7. Peraturan dan Standar Kelistrikan

Ketrampilan Teknik Setelah Mengikuti Pelatihan Ahli K3 Listrik
1. Peserta dapat melakukan pekerjaan dengan benar, antara lain :
2. Melaksanakan Pekerjaan Pemasangan Instalasi Listrik
3. Melaksanakan Pekerjaan Perawatan Instalasi Listrik
4. Mempergunakan Alat Ukur Listrik
5. Mengoperasikan Instalasi Listrik
6. Mengidentifikasi dan Mendeteksi Bahaya Listrik
7. Melakukan Tindakan Pertolongan Pertama Kecelakaan Listrik

Materi Pelatihan Ahli K3 Listrik

Materi pelatihan yang akan disampaikan meliputi sebagai berikut:
1. Kebijakan UU No. 1 tahun 1970 K3
2. Pengawasan & Pembinaan Norma K3 Bidang Listrik
3. Persyaratan K3 Rancangan Instalasi Listrik
4. Persyaratan K3 Sistem Proteksi Untuk Keselamatan Listrik
5. Persyaratan K3 Pembangkitan Tenaga Listrik
6. Persyaratan K3 Jaringan Instalasi Tenaga dan Perlengkapannya
7. Persyaratan K3 Instalasi Penerangan
8. Persyaratan K3 Peralatan Instalasi Tenaga/Daya
9. Persyaratan K3 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali (PHB) serta komponennya
10. Persyaratan Ketentuan Bagi Berbagai Ruang dan Instalasi khusus
11. Persyaratan K3 pada penggunaan peralatan uji listrik
12. Persyaratan K3 Sistem Proteksi Instalasi Penyalur Petir
13. Identifikasi bahaya, penilaian, pengendalian resiko listrik
14. Pelaporan dan analisa kecelakaan kerja bidang listrik
15. Prosedur Kerja aman pada instalasi listrik
16. Praktek kerja Lapangan (PKL)
17. Seminar

Training Fire Fighting ini akan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada peserta, terhadap dasar-dasar factor terjadinya kebakaran atau yang dikenal dengan segitiga api, selain itu didukung juga dengan teknik-teknik dalam penanggulangannya sehingga penggunaan alat dan sarana prasarana pemadam kebakaran bisa di fungsikan semaksimal mungkin dan mampu mengurangi dampak resiko kebakaran yang terjadi. Dalam Training Fire Fighting ini, untuk lebih memaksimalkan kualitas, dilengkapi dengan praktek di lapangan dalam menangani kebakaran.

TUJUAN TRAINING FIRE FIGHTING Training fire fightingini bertujuan untuk:

  • Memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait dengan sebab-sebab kebakaran
  • Memperkenalkan instrument-instrument pemadam kebakaran untuk api kecil dan api besar dan bagaimana penggunannya.
  • Mampu membentuk tim tanggap darurat pemadam kebakaran diperusahaan
  • Emergency response



MANFAAT TRAINING FIRE FIGHTING Setelah menyelesaikan Traning fire fighting ini diharapkan peserta dapat:

  • Menjelaskan terjadinya kebakaran melalui konsep segitiga api;
  • Mengidentifikasi sumber-sumber kebakaran, tanggap darurat dan penangannya;
  • Melaksanakan pemadaman kebakaran dengan menggunakan prinsip pemadaman api sesuai konsep segitiga api;
  • Mengidentifikasi alat pemadam berdasarkan sumber kebakaran;
  • Menjelaskan tindakan dalam menangani keadaan darurat khusus kebakaran.
  • Mampu menggunakan alat-alat pemadam kebakaran baik untuk api kecil/besar




MATERI PEMBAHASAN TRAINING FIRE FIGHTING

  • Fenomena api / kebakaran.
  • Alat Pemadam Kebakaran dan cara penggunaannya.
  • Karakteristik bahan bakar
  • Bahaya Ledakan dan pengendaliannya
  • Bahan cair mudah terbakar
  • Ijin kerja didaerah mudah terbakar
  • Kebakaran ruangan
  • Analisa resiko kebakaran
  • Tanggap darurat kebakaran
  • Manajemen penanggulangan kebakaran


MATERI PRAKTEK (WORKSHOP) TRAINING FIRE FIGHTING

  • Penanganan kebakaran drum kecil dan besar
  • Pemadaman Tanki pecah
  • Pemadaman Pipa pecah
  • Pemadaman Mobil kebakaran


PESERTA TRAINING FIRE FIGHTING YANG DIREKOMENDASIKAN

  • Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Anggota P2K3
  • Manajer
  • Supervisor Perusahaan mulai dari Bagian Produksi, Pemeliharaan, Engineering, Analis, Personalia, Pelatihan dan Pengembangan sampai dengan Sekuriti
  • Serta siapa peduli terhadap penanggulangan kebakaran

Subcategories

Subcategories

seo checker

Visitors Counter

508183
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
537
803
3321
500233
9949
16214
508183

Surabaya

Ruko Pakuwon Town Square AA/2.25, Surabaya

Bekasi

Suncity Square H - 20, Jl. M Hasibuan, Marga Jaya, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17141

Telp : ( 021 ) 888 69 010, 888 69 021

Fax   : ( 021 ) 888 68 969

JoomShaper