Saturday, 28 January 2017 03:42

Pelatihan K3 – Masalah Heat Stress

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Pelatihan K3 - Heat Stress

Author: Ismail.A ditulis kembali oleh Deltaindo

Apa yang dimaksud dengan Heat Stress disini, yaitu sebuah reaksi secara fisik dan psikis pekerja terhadap sebuah temperatur yang berada diluar kenyamanan pada saat bekerja. Paparan temperatur panas pada tubuh bisa berasal dari sebuah lingkungan kerja (panas yang berasal dari luar), panas disebabkan memakai pakaian yang terlalu tebal. Heat Stress bisa terjadi jika tubuh sudah tidak mampu lagi membuat keseimbangan temperatur tubuh normal disebabkan tingginya beban panas dari luar. Apabila tubuh terkena panas, biasanya sistem pada tubuh secara otomatis akan mempertahankan suhu tubuhnya secara internal supaya tetap pada suhu tubuh normal yaitu 36 – 38 C dengan cairan ataupun keringat. Pada waktu ini organ jantung akan bekerja sangat keras untuk bisa memompa

darah ke dalam kulit untuk bisa mendinginkan tubuh, sehingga darah akan banyak mengalir bersirkulasi didaerah kulit bagian luar. Pada saat suhu kamar mendekati suhu tubuh normal, maka secara otomatis pendinginan akan semakin sulit dilaksanakan oleh sistem metabolisme tubuh. Apabila suhu kamar sudah diatas suhu tubuh, maka aliran darah dan keringat yang dihasilkan tidak akan mampu untuk menurunkan suhu tubuh ke dalam keadaan suhu normal. Di dalam kondisi tubuh yang seperti ini, jantung akan terus menerus memompa darah ke permukaan tubuh, jaringan keringat akan akan terus mengeluarkan cairan elekrolit ke permukaan kulit dan sebuah penguapan menjadi cara yang efektif untuk bisa mempertahankan suhu tubuh supaya tetan stabil. Tetapi jika kondisi kelembaban udara cukup tinggi, keringan yang keluar tidak bisa menguap sehingga suhu tubuh tidak bisa dipertahankan lagi. Pada kondisi seperti ini tubuh sudah mulai terganggu metabolismenya. Pada kondisi begini tubuh sudah mulai pudar konsentrasinya, sebab sudah terlalu banyak keringat yang keluar serta pasokan darah yang mengalir ke otak akan sangat berkurang, sehingga konsentrasi akan sangat berkurang.

Baca Juga : pelatihan k3 umum

Bekerja pada linkungan panass bisa menyebabkan potensi terjadinya kecelakaan. Sebagai contoh, disebabkan telapak tangan yang licin karena keringat, pusing, fogging dari kaca mata safety dan luka bakar jika bersentuhan dengan benda yang panas. Selain daripada bahaya ini, frekuansi kecelakaan pada umumnya tampak lebih tinggi pada lingkungan yang lebih panas dibandingkan dengan kondisi lingkungan yang aga moderat. Alasan yang sangat mendasara adalah bahwa bekerja dilingkungan yang panas akan menurunkan kewaspadaan fisik dan mental pekerja tersebut. Meningkatnya suhu tubuh dan ketidaknyamanan fisik dapat meningkatkan emosi kemarahan dan konsisi emosional lainnya yang terkadang bisa menyebabkan para pekerja mengabaikan prosedur keselamatan kerja dan kurang hati hati terhadap bahaya yang mungkin terjadi.

 

Heat Stroke

Heat Stroke yaitu sebuah akibat yang paling serius dari bekerja pada lingkungan yang panas. Masalah ini bisa terjadi disebabkan oleh sistem pengatur temperatur tubuh tidak bisa mempertahankan suhu tubuh dengan cara mengeluarkan keringat(tidak berkeringat lagi sebab terhenti). Temperatur tubuh akan meningkat secara dramatis sehingga korban akan mengalami gangguan mental disertai kejang kejang. Apabila hal ini dialami, korban harus segera dibawa keluar dari lingkungan panas dan diletakkan di lingkungan yang dingin, dan tubuhnya harus dibasahi dengan kain basah guna menurunkan temperatur tubuhnya sebagai upaya pertolongan pertama. Kemudian kordan segera dilaarikan ke rumah sakit supaya segera mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Jangan sampai terjadi keterlambatan, karena bisa berakibat fatal, yaitu kematian.

Heat Exhaustion

Heat Exhaustion atau sering disebut dengan kelelahan panas bisa mengalami gangguan secara klinin seperti gejala awal heat strok. Kelelahan akibat panas disebabkanoleh hilangnya sejumlah besar cairan elektrolit yang sangat banyak(berlebihan). Pekerja yang biasa mengalami hal ini masih bisa berkeringat tetapi selalu mengalami kelelahan dan pusing, mual bahkan sakit kepala. Dalam kasus yang sangat serius, korban akan muntah sampai kehilangan kesadaran, kulit basah atau lembab, memerah atau pucat serta temperatur tubuh normal atau lebih tinggi sedikit. Pada situasi ini korban harus segera dibawa kelokasi yang dingin guna mendapatkan perawatan dan istirahat yang cukup.

(Besambung.....)

 

 

Read 482 times Last modified on Sunday, 29 January 2017 00:13
01 / 02
02 / 02

seo checker

Visitors Counter

347297
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
256
445
4664
339234
10251
22426
347297

Surabaya

Ruko Pakuwon Town Square AA/2.25, Surabaya

Semarang

Jl. Mugas Dalam IX,  no. 8  Semarang

Bekasi

Suncity Square H - 20, Jl. M Hasibuan, Marga Jaya, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17141

Telp : ( 021 ) 888 69 010, 888 69 021

Fax   : ( 021 ) 888 68 969

JoomShaper