Monday, 23 January 2017 06:32

Pelatihan K3 - Keselamatan kerja las oksi-asetilen (Sambungan)

Written by 
Rate this item
(0 votes)

A.  Definisi sinar Ultra Violet dan jenis jenisnya

Radiasi ultra ungu (terjemah dari bahasa Inggris : ultraviolet, yang sering disingkat dengan UV) adalah radiasi elektromagnetik terhadap sebuah panjang gelombang yang lebih pendek dari sinar yang terlihat, namun agak lebih panjang dari sinar X yang lebih kecil. Istilah ultraviolet artinya "melebihi ungu" (dari bahasa Latin ultra, "melebihi"), sedangkan kata ungu merupakan warna panjang gelombang paling pendek dari cahaya pada sinar tampak. Beberapa binatang, termasuk burung, reptil, dan serangga seperti lebah bisa melihat secara langsung hingga mencapai "hampir UV". Banyak buah-buahan, bunga dan benih terlihat lebih jelas di latar belakang dalam panjang gelombang UV dibandingkan dengan penglihatan warna manusia.

 Baca Juga : Pelatihan K3 Umum

Sinar Ultra Violet terdiri dari tiga jenis yaitu sinar ultra violet A (UV-A), ultra violet B(UV-B) dan ultra violet C(UV-C).

  • Sinar Ultra Violet A(UV-A)

    Biasa disebut dengan Aging Rays. Sinar ini memiliki panjang gelombang antara 400 – 315 nano meter. Sinar UV inilah adalah yang paling banyak sampai mencapai ke bumi. Daya penetrasinya lebih kuat dari UV-B, sehingga dapat menjangkau hingga lapisan kulit paling terdalam (dermis), awan yang sedang mendung, kaca kaca jendela atau atap rumah bahkan baju yang sedang kita pakai. Akan selalu ada pada setiap musim dan dimana tempat, maka saat musim dingin atau mendung, sinar Ultra Violet akan selalu tetap ada.

 

  • Sinar Ultra Violet B(UV-B)

    Biasa disebut dengan Burn Rays. Sinar UV ini memiliki panjang gelombang antara 315 – 280 nano meter. Dengan demikian, sinar UV-B yang sampai di Bumi tidak sebanyak Sinar UV-A. Daya masuk penetrasinya juga dibawah UV-A, jadi sinar UV-B yang bisa diterima oleh kulit hanya sampai lapisan kulit stratum korneum epidermis saja. Intensitas kekuatannya bermacam macem, tergantung pada waktu, musim dan tempat. Intensitas tertinggi bisa terjadi saat pukul 10.00 – 16.00, terutama pada saat musim panas dan tempat yang berada pada ketinggian.

  • Sinar Ultra Violet C(UV-C)

   Sinar UV-C ini memiliki panjang gelombang antara 280 – 100 nano meter. Radiasi sinar UV-C ini bisa menimbulkan bahaya sangat besar dan menyebabkan kerusakan paling banyak. Tetapi untungnya, kebanyakan sinar ini tidak bisa mencapai permukaan bumi, karena sudah diserap oleh Ozon yang berada pada lapisan Stratosfer bumi.

 

B. Pengaruh sinar Ultra Violet bagi pekerja las

Pekerjaan mengelas (welding) yang bisa diartikan sebagai sebuah teknik penyambungan metal dengan cara mencairkan sebagian metal induk dan metal pengisi dengan menggunakan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam tambahan dan bisa menghasilkan sambungan yang kontinu (Sonawan, 2003). Yang mana mengelas menghasilkan perbedaan sumber panas, debu/partikel, gas atau fume dan radiasi non pengion.

Jurnal Canadian Centre for Accupational Health & Safety (2008) menambahkan bahwa pekerjaan pengelasan akan menghasilkan radiasi non pengion. Tiga sinar utama non pengion tersebut antara lain (Canadian Centre for Occupational Health & Safety, 2008):

  • Radiasi sinar ultraviolet dengan panjang gelombang 200-400 nm
  • Radiasi cahaya tampak dengan panjang gelombang 400-700 nm
  • Radiasi inframerah dengan panjang gelombang antara 700-1400 nm

Bahaya dari radiasi non pengion pada proses pengelasan bisa menimbulkan trauma luka bakar, kerusakan pada kulit dan mata. Sinar yang terpancar paling banyak yang bisa dihasilkan dalam proses pengelasan itu adalah sinar UV. Baik itu sinar UV-A, UV-B, maupun UV-C yang mungkin terjadi pada saat pengelasan. Menurut CCOHS (Canadian Centre for Occupational Health & Safety) terdapat sinar yang paling umum yang dapat memberikan dampak yang nyata terhadap mata dan kulit manusia dan pekerja adalah sinar UV-B.

Radiasi sinar UV tersebut mempunyai efek yang tidak baik untuk kesehatan para pekerja, antara lain :

  1. Bisa menimbulkan kerusakan yang parah pada mata. Pada sinar UV-A bisa merusak saraf pusat penglihatan dan makula, yakni pada bagian dari retina yang terletak pada bagian belakang mata. Sedangkan untuk sinar UV-B bisa merusakkan pada bagian kornea dan lensa mata. Walaupun tingkatan radiasinya paling rendah, paparan UV-A untuk jangka panjang bisa mengakibatkan penyakit katarak. Penyakit lain yang bisa ditimbulkan dari sinar UV yaitu antara lain degenerasi makular, pterygiumatau pertumbuhan pada lapisan luar (bagian putih mata) yang pada akhirnya bisa menutupi pada bagian tengah kornea, dan secara corneal sunburn(photokeratitis) yang bisa terjadi karena paparan sinar UV-B yang berlebihan. Radiasi sinar UV ini bisa juga menyebabkan sebuah penyakit konjungtivitis (peradangan selaput mata). Kerusakan pada mata karena radiasi sinar UV ini biasa  disebut dengan arc-eye,welder’s eye atau arc flash.
  1. Bisa mengganggu kesehatan dan merusak kulit, antara lain :

-       Dikarenakan adanya daya penetrasi yang besar, maka Sinar UV-A bisa mampu menembus lapisan kulit yang paling dalam dan bisa  menyebabkan : Rusaknya jaringan kolagen dan elastin (hal ini dapat memicu premature aging); Keriput; Hiperpigmentasi kulit/tanning (menghitam); Photoaging; Kerusakan sel keratinosit kulit yang bisa memicu kanker.

-       Dampak sinar UV-B terhadap kulit, yaitu : Reddening (kulit kemerahan); Burned (terbakar); Tanning; Photoaging; Kanker.

C. Nilai Ambang Batas radiasi sinar UV

Guna melindungi para pekerja dari efek sinar UV, pemerintah telah mebuat sebuah ketetapan Nilai Ambang Batas yang dikeluarkan lewat sebuah Permenakertrans No.Per.13/Men/X/2011 yaitu tentang Nilai Ambang Batas faktor fisika dan faktor kimia di tempat kerja, dengan sebuah nilai paparan yang sesuai yang tertera pada tabel di bawah ini.:

Tabel. Waktu Pemaparan Radiasi Sinar UV yang Diperbolehkan

 

 

 

Masa pemaparan per hari

Iradiasi Efektif ( IEff )

mW / cm2

 

Masa pemaparan per hari

Iradiasi Efektif ( IEff )

mW / cm2

8 jam

0,0001

 

5 menit

0,01

4 jam

0,0002

 

1 menit

0,05

2 jam

0,0004

 

30 detik

0,1

1 jam

0,0008

 

10 detik

0,3

30 menit

0,0017

 

1 detik

3

15 menit

0,0033

 

0,5 detik

6

10 menit

0,005

 

0,1 detik

30

 

 

 

Bersambung

Daftar Pustaka :

Permenakertrans No.Per.13/Men/X/2011 tentang NAB faktor fisika dan faktor kimia di tempat kerja

- See more at: http://deltaindo.co.id/artikel/item/43-pelatihan-k3-keselamatan-kerja-las-oksi-asetilen#sthash.jsqBtqNt.dpuf

Read 536 times Last modified on Sunday, 29 January 2017 00:15
01 / 02
02 / 02

seo checker

Visitors Counter

347295
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
254
445
4662
339234
10249
22426
347295

Surabaya

Ruko Pakuwon Town Square AA/2.25, Surabaya

Semarang

Jl. Mugas Dalam IX,  no. 8  Semarang

Bekasi

Suncity Square H - 20, Jl. M Hasibuan, Marga Jaya, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17141

Telp : ( 021 ) 888 69 010, 888 69 021

Fax   : ( 021 ) 888 68 969

JoomShaper