Pelatihan K3 - Keselamatan kerja las oksi-asetilen

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Pelatihan K3 - Keselamatan kerja las oksi-asetilen

Penerapan Keselamatan kerja untuk bagian pengelasan las oksi-asetilen adalah sebagai berikut ini:

  1. Dilarang menggunakan gas asetilen pada tekanan lebih dari 15 psi.
  2. Dilarang menggunakan alatan yang sudah rusak (damage).
  3. Dilarang menggunakan minyak (oil) atau gemuk (grease) di area disekitar peralatan oksigen.
  4. Dilarang menggunakan oksigen atau gas untuk menyemprot kotoran atau debu pada pakaian kerja (clothing) atau peralatan (equipment).
  5. Dilarang menggunakan korek api untuk menyalakan brander, pakailah selalu korek api las.
  6. Pada saat membuka katup silinder atau oksigen, yang pertama dibuka selalu celah (crack).
  7. Pastikan regulator selalu mempunyai pengatur dengan memutar berlawanan arah jarum jam sampai bebas sebelum katup silinder terbuka. Berdirilah pada posisi sebuah regulator, jangan berada di depannya ketika membuka katup silinder.
  8. Pakailah Selalu kaca mata (goggle) dengan baik, pakai sarung tangan (gloves), pakaian kerja ketika bekerja dengan peralatan oksi-asetilen.
  9. Selalu menggunakan sebuah tabung pemadam api tangan (fireextinguisher handy) ketika bekerja dengan peralatan oksiasetilen.

Baca Juga : Pelatihan K3 umum

10. Selalu meletakkan kembali tutup (cap) silinder pada saat telah selesai memakai silinder. Jangan terlalu percaya pada warna silinder untuk bisa mengidentifikasi isinya, sebab beberapa penyalur (supplier) menggunakan kode-kode warna yang berbeda.

11. Selalu menggunakan regulator yang baik untuk dalam silinder.

12. Selalu menggunakan silinder hanya pada posisi tegak lurus.

13. Dilarang menyimpan silinder ini pada suhu di atas 1300 F.

14. Jagalah Selalu katup pembuka (the valve wrench) pada katup silinder asetilen ketika menggunakan. Katup hanya boleh terbuka maksimum 1,5 putaran.

15. Dilarang membawa geretan (lighter), korek api (matches), atau obyek lain yang menyebabkan terbakar dalam saku (pocket) pada saat pengelasan atau pemotongan.

16. Selalu berhati-hati pada sekeliling anda ketika memakai brander.

17. Berhati-hati  untuk tidak membiarkan selang terjadi kontak dengan nyala brander atau nyala api (spark) dari pemotongan.

 

UV Rays - Cara Mengatasi Dampak Sinar UV terhadap Pekerja Las

 

Sinar UltraViolet adalah sinar yang dihasilkan oleh matahari. Dengan demikian  kita dapat mengartikan bahwa sinar Ultra Violet itu adalah sinar yang tidak terlihat yang merupakan bagian dari  energi yang berasal dari sinar matahari. Sinar Ultra Violet bisa membakar mata, rambut, dan kulit apabila bagian tubuh tersebut tidak mendapat perlindungan atau terlalu banyak terkena secara langusng sinar matahari. Maka dari sinar Ultra Violet akan sangat berguna bagi ekosistem kita secara keseluruhan. Sinar Ultra Violet bisa menolong tubuh kita dalam hal membuat vitamin D, yang bis memperkuat tulang dan gigi, serta menolong tubuh kita dalam hal membangun sistem kekebalan tubuh terhadap sebuah penyakit seperti rakhitis dan kanker usus besar. Sinar Ultra Violet juga bisa dipakai untuk mengobati atau terapi penyakit psoriasis. Sinar Ultra Violet telah biasa dipakai dalam hal komersial, termasuk desinfeksi dan sterilisasi. Beberapa binatang bisa melihat sinar Ultra Violet. Sinar Ultra Violet bisa membantu lebah mengumpulkan serbuk sari dari sebuah bunga.

Radiasi sinar Ultra Violet yang dapat dihasilkan oleh sinar matahari adalah radiasi sinar Ultra Violet natural. Faktanya sinar Ultra Violet juga bisa dihasilkan dari sebuah proses kegiatan yang dilakukan manusia, seperti kegiatan mengelas dan penggunaan lampu khusus (lampu hitam).

Pada sebuah pekerjaan mengelas, radiasi sinar Ultra Violet dihasilkan oleh las busur listrik yang mempunyai suhu yang sama panasnya dengan permukaan matahari kira-kira 5000 – 6000oC. Jika pekerja terpapar cukup lama oleh radiasi sinar Ultra Violet maka bisa menyebabkan efek yang sangnat buruk bagi kesehatan kulit dan matanya.

Bersambung....

Daftar Pustaka :

Permenakertrans No.Per.13/Men/X/2011 tentang NAB faktor fisika dan faktor kimia di tempat kerja

Read 530 times Last modified on Sunday, 29 January 2017 00:17
01 / 02
02 / 02

seo checker

Visitors Counter

347325
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
284
445
4692
339234
10279
22426
347325

Surabaya

Ruko Pakuwon Town Square AA/2.25, Surabaya

Semarang

Jl. Mugas Dalam IX,  no. 8  Semarang

Bekasi

Suncity Square H - 20, Jl. M Hasibuan, Marga Jaya, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17141

Telp : ( 021 ) 888 69 010, 888 69 021

Fax   : ( 021 ) 888 68 969

JoomShaper