Product &  Jasa

Product & Jasa (5)

SERTIFIKAT LAIK FUNGSI

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah sertifikat perijinan yang diterbitkan oleh pemerintah daerah terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun sesuai IMB dan telah memenuhi persyaratan kelaikan teknis sesuai fungsi bangunan berdasar hasil pemeriksaan dari instansi terkait. SLF harus dimiliki bangunan gedung sebelum gedung tersebut dimanfaatkan/digunakan. SLF diterbitkan dengan masa berlaku 5 tahun untuk bangunan umum dan 10 tahun untuk bangunan rumah tinggal.

 

LANDASAN HUKUM :

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4532);
  2. Undang-undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
  3. Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
  4. Undang-undang Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5188);
  5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Rencana Tapak Tanah dan Tata Tertib Pengusahaan Kawasan Industri serta prosedur pemberian izin mendirikan bangunan (IMB) dan Izin Undang-Undang Gangguan (UUG)/HO bagi Perusahaan yang berlokasi didalam Kawasan Industri;
  6. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan;
  7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara;
  8. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 25/PRT/M/2007 tanggal 9 agustus 2007 Tentang Pedoman Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung;

 

TUJUAN PENERBITAN SLF

Terwujudnya Bangunan Gedung yang selalu andal dan memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung sesuai dengan fungsinya serta terwujudnya kepastian hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung

 

PERSYARATAN PENERBITAN SLF BANGUNAN GEDUNG

  1. Pemenuhan Persyaratan Administratif Dokumen status hak atas tanah, Dokumen kepemilikan gedung dan Dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
  2. Pemenuhan Persyaratan Teknis :
  • Pemeriksaan dan pengujian, serta kesesuaian as built drawing.
  • Pemeriksaan dan pengujian struktur, mekanikal elektrikal, arsitektural.
  • Pengujian/test laboratorium dan pengisian daftar simak.

 

LINGKUP PELAYANAN JASA KONSULTASI & PENGKAJIAN BANGUNAN GEDUNG

  • Penyusunan Dokumen Administrasi
  • Pembuatan Dokumen Kajian Teknis Bangunan Gedung
  • Legalisir As Built Drawing
  • Pengecekan Kondisi Bangunan Gedung
  • Mempersiapkan Tim Izin Pelaku Teknik Bangunan (IPTB)
  • Pengurusan SLF Ke Dinas terkait
  • Pendampingan Tim Teknis dari Dinas Terkait

MANAJEMEN KESELAMATAN KEBAKARAN (MKK)

Manajemen Keselamatan Kebakaran merupakan suatu metode untuk memadukan unsur unsur utama yang menjadi ruang lingkup penanggulangan kebakaran.

Peran Manajemen Keselamatan Kebakaran dalam pengelolaan bangunan sangat penting dalam aspek ketahanan gedung terhadap resiko bahaya kebakaran.

Untuk dapat menyusun Manajemen Keselamatan Kebakaran yang efektif, maka harus memahami beberapa materi pokok yaitu meliputi:

  1. Identifikasi Resiko bahaya kebakaran
  2. Inventarisasi peralatan proteksi kebakaran aktif dan pasif
  3. Pemeliharaan dan Perawatan
  4. Pemeriksaan dan pengujian secara berkala
  5. Penetapan struktur organisasi dan fungsinya
  6. Penunjukan SDM yang terlibat
  7. Pendidikan dan latihan simulasi kebakaran
  8. Penyusunan rencana tindakan darurat kebakaran
  9. Pengawasan terhadap seluruh lingkungan kerja
  10. Penyusunan buku panduan

 

MATERI PELATIHAN

  1. Menyusun Perencanaan Kegiatan sesuai kebijakan untuk menjamin kinerja yang maksimal dalam kemampuan pengelolaan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran pada bangunan gedung.
  2. Menetapkan semua kegiatan unit manajemen keselamatan kebakaran pada bangunan gedung untuk mencapai keberhasilan sasaran.
  3. Mengimplementasikan kebijakan operasional bangunan dan lingkugannya untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas keselamatan dari kebakaran (Fire Safety)
  4. Melaksakan aktivitas unit manajemen keselamatan kebakaran pada bangunan gedung terkait dengan pencegahan dan penanggulangan kebakaran sesuai dengan rencana kerja
  5. Mengendalikan aktivitas terkait dengan pencegahan dan penanggulangan kebakaran sesuai dengan rencana kerja
  6. Melakukan Koordinasi dengan pihak instansi pemadam kebakaran dan instansi terkait dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

 

PERSYARATAN PESERTA

No Pendidikan Pengalaman dibidang Keselamatan Kebakaran
1 Sarjana 1 Tahun
2 D3 3 Tahun
3 SMK 5 Tahun - Posisi Level Manajer

PELATIHAN SESUAI STANDAR SKKNI

seo checker

Visitors Counter

546990
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
110
484
981
542345
11760
17812
546990

Surabaya

Ruko Pakuwon Town Square AA/2.25, Surabaya

Bekasi

Suncity Square H - 20, Jl. M Hasibuan, Marga Jaya, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17141

Telp : ( 021 ) 888 69 010, 888 69 021

Fax   : ( 021 ) 888 68 969

JoomShaper